SISTEM ANALISIS RESUME 2

Dalam istilah, sistem analisa dapat diartikan sebagai berikut : Analis merupakan seorang yang melakukan penelitian tersebut. Analisa merupakan proses pengembilan dan penguraian data yang terjadi dalam penelitian tersebut untuk diselesaikan ataupun dikembangkan, sedang analisis merupakan pengembangan dari analisa yang lebih terperinci atau lebih kecil dan detail.

Pengertian Sistem Analisis 
Sistem analisis merupakan proses yang terjadi dalam suatu penelitian, dimana anilis atau seseorang yang mengerjakan suatu penelitian tersebut memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam perancangan sistem, maka dari itu seorang analis harus memiliki kemampuan sebagai berikut :
  •  Analis, mampu menyelesaikan suatu permasalahan, memahami organisasi dan paham mengenai sistem dalam organisasi tersebut.
  • Teknis, dapat memaksimalkan suatu pekerjaan atau bidang dari suatu teknologi.
  • Menegerial, bisa mengatur dan merubah dengan baik suatu pekerjaan atau sumber daya dengan resiko dan perubahan kondisi. 
Sebagai seorang analis harus tanggung jawab terhadap pengambilan data yang efektif, proses dan penyimpanan data secara komputerisasi, dan dapat mengolah kembali informasi yang berguna dari data sebelumnya.

Analisis dan Desain Sistem
Proses dimana perrancangan ataupun sistem yang telah ada dikembangkan dan diperiksa untuk mengembangkan suatu sistem yang baru. Dengan tujuan memperbaiaki berbagai fungsi dari sistem agar lebih efisien.

Tahapan Dalam Menganalisis Sistem
  • Definisi masalah
  • Pemahi sistem dan buat  definisinya
  • Alternatif pengambilan keputusan
  • Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah
Definisi Analisa Sistem
Menguraikan sautu informasi kedalam bagian-bagian kecil atau sub untuk kembali dikembangkan dan diperiksa sesuai kebutuhan untuk sistem itu sendiri.

Analisa Sistem
Dalam tahap ini perubahan dapat merubah kesalahan pada tahap selanjutnya, dimna sistem dikembangkan dan di pelajari untuk membentuk atau merancang suatu sistem baru dalam suatu pengenbangan sistem.

Tujuan Analisa Sistem
  • Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial didalam pengendalian.
  • Membantu pengambilan keputusan.
  • Mengevaluasi sistem yang telah ada
  • Merumuskan tujuan yang dicapai berupa pengolahan data.
  • Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem data maupun pembuatan laporan baru.

Pemodelan Pengembangan Perangkat Lunak :
  1. Model Waterfall

Waterfall model merupakan pengembangan perangkat lunak yang tahap-tahapannya membentuk suatu waterfall atau air terjun. Model ini sering sekali digunakan untuk membangun atau mengembangkan suatu sistem atau perangkat lunak. Berikut tahap-tahap yang ada pada waterfall model :
  • Analisis kebutuhan
  • Desain
  • Penulisan
  • Pengujian
  • Pemeliharaan, merupakan bagian terakhir dari tahap pengembangan dan dilakukan setelah perangkat lunak digunakan. Kegiatan yang dilakukan pada proses pemeliharaan antara lain :
o    Corrective Maintenance.
o    Adaptive Maintenance.
o    Perfektive Maintenance. 

Contoh : pengembangan suatu perangkat lunak, pada tahap pertama kita mencari permasalahan atau mengidentifikasi masalah. Kedua kita merancang bentuk dari perangkat lunak yang kita buat berdasarkan analisa kebutuhan pada tahap sebelumnnya. Pada tahap ketiga kita membentuk suatu perangkat lunak yang telah kita rancang. Selanjutnya pengujian perangkat lunak yang kita buat biasanya hal ini dilakukan oleh pemakai ataupun ahli. Setelah semua selesai dan perangkat telah digunakan maka tahap terakhir adalah pemeliharaan perangkat lunak tersebut agar dapat terus berjalan.

Rangkuman singkat : model pengembangan ini merujuk pada bentuk air terjun dimana jika terjadi kesalahan maka akan kembali ke tahap sebelumnnya atau jika masalah belum juga ditemukan maka kembali ketahap sebelumnnya lagi. Dan jika pengembangan telah selesai maka proses dikembalikan ke tahap awal agar dapat dikembangkan kembali dari masalah yang timbul dalam tahap pemeliharan.
Kelebihan Model Waterfall :
  •  Tahapan proses pengembangannya tetap (pasti), mudah diaplikasikan, dan prosesnya teratur.
  • Cocok digunakan untuk produk software/program yang sudah jelas kebutuhannya di awal, sehingga minim kesalahannya. 
  • Software yang dikembangkan dengan metode ini biasanya menghasilkan kualitas yang baik.
  •  Documen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya.
Kekurangan Model Waterfall :
  • Proyek yang sebenarnya jarang mengikuti alur sekuensial seperti diusulkan, sehingga perubahan yang terjadi dapat menyebabkan hasil yang sudah didapatkan tim pengembang harus diubah kembali/iterasi sering menyebabkan masalah baru.
  • Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses.
  • Sulit untuk mengalami perubahan kebutuhan yang diinginkan oleh customer/pelanggan.
  • Pelanggan harus sabar untuk menanti produk selesai, karena dikerjakan tahap per tahap, dan proses pengerjaanya akan berlanjut ke setiap tahapan bila tahap sebelumnya sudah benar-benar selesai.
  • Perubahan ditengah-tengah pengerjaan produk akan membuat bingung tim pengembang yang sedang membuat produk.
  • Adanya waktu kosong (menganggur) bagi pengembang, karena harus menunggu anggota tim proyek lainnya menuntaskan pekerjaannya.
  1. Model Prototype

Teknik – teknik Prototyping meliputi :
  • Perancangan Model
  • Perancangan Dialog
  • Simulasi
Berikut adalah 4 langkah yang menjadi karakteristik dalam proses pengembangan pada metode prototype :
  • Pemilihan fungsi
  • Penyusunan Sistem Informasi
  • Evaluasi
  • Penggunaan Selanjutnya
Berikut adalah Tahapan – tahapan Proses Pengembangan dalam Model Prototype :
  • Pengumpulan kebutuhan
  • Membangun prototyping
  • Evaluasi protoptyping
  • Mengkodekan sistem
  • Menguji sistem
  • Evaluasi Sistem
  • Menggunakan sistem
Contoh : pembuatan prangkat lunak, tahap awal kita mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan. Kedua kita mulai membuat rancangan atau prototipenya, kemudian kita mengujinya. Selanjutnya kita mulai membangun perangkat lunak tersebut  setelah selesai kembali kita uji perangkat lunak tersebut. Kemudian hasil pengujian diindentifikasi dan pada tahap akhir perangkat lunak digunakan.

Rangkuman singkat : pengembangan pada model ini yaitu kita diharuskan membuatkan suatu sistem atau perangkat lunak. Saat terjadi kesalah maka tahap berlanjut ketahap selanjutnya dan apabila tahap selesai maka kembali ketahap awal untuk mengidentifikasi kesalahan yang terjadi sebelumnnya.
Berikut merupakan Jenis – jenis dari prototyping :
  • Feasibility prototyping
  • Requirement prototyping
  • Desain Prototyping
  • Implementation prototyping
Kelebihan Model Prototype :
  • Pelanggan berpartisipasi aktif dalam pengembangan sistem, sehingga hasil produk pengembangan akan semakin mudah disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
  • Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.
  • Mempersingkat waktu pengembangan produk perangkat lunak.
  • Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
  • Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
  • Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
  • Penerapan menjadi lebih mudah karena pelanggan mengetahui apa yang diharapkannya.
Kekurangan Model Prototype :
  • Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
  • Biasanya kurang fleksibel dalam mengahadapi perubahan.
  • Walaupun pemakai melihat berbagai perbaikan dari setiap versi prototype, tetapi pemakai mungkin tidak menyadari bahwa versi tersebut dibuat tanpa memperhatikan kualitas dan pemeliharaan jangka panjang.
  • Pengembang kadang-kadang membuat kompromi implementasi dengan menggunakan sistem operasi yang tidak relevan dan algoritma yang tidak efisien.

  1. Model Rapid Application Development (RAD)

Berikut adalah tahap-tahap proses pengembangan dalam Model Rapid Application Development (RAD)  :
  • Bussiness Modeling
  • Data Modeling
  • Proses Modeling
  • Aplication Generation
  • Testing dan Turnover
Contoh : pembuatan perangkat lunak, ada beberapa tim mengerjakan banyak problem yang ada untuk membuat suatu perangkat lunak. Setiap tim mengerjakan problem yang berbeda dan pada tahap selesai. Setiap tim menggabungkan hasil dari masing masing tim, misalnya tim pertama mengerjakan bagian pendaftaran atau pembuatan akun dan tim lainnya membuat menu utama dan bagian sub menu. Dalam tahap pertama kita mencari kebutuhan dengan beberapa pertanyaan yang biasa digunakan. Setelah mendapat informasi dan data kemudian tim membentuk model dari data tersebut setelah selesai tim melakukan simulasi atau proses. Kemudian tim mulai membangun perangkat lunak tersebut, pada tahap akhir setiap tim melakukan testing.

Rangkuman singkat : model ini merupakan model pengembangan secara tim dimana setiap tim bertanggung jawab pada satu masalah. Pada saat terjadi kesalahan maka hanya tim yang mengerjakannya yang paham. Model ini biasanya digunakan untuk pengembangan dalam jangka pendek.

Kelebihan Model RAD :
  • Lebih efektif dari Pengembangan Model waterfall/sequential linear dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan.
  • Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu yang singkat.
  • Model RAD mengikuti tahap pengembangan sistem seperti pada umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya dari awal lagi sehingga waktu pengembangan menjadi lebih singkat dan efisien.
Kekurangan Model RAD :
  • Model RAD menuntut pengembangan dan pelanggan memiliki komitmen di dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD akan gagal.
  • Tidak semua aplikasi sesuai untuk RAD, bila system tidak dapat dimodulkan dengan teratur, pembangunan komponen penting pada RAD akan menjadi sangat bermasalah.
  • RAD tidak cocok digunakan untuk sistem yang mempunyai resiko teknik yang tinggi.
  • Membutuhkan Tenaga kerja yang banyak untuk menyelesaikan sebuah proyek dalam skala besar.
  • Jika ada perubahan di tengah-tengah pengerjaan maka harus membuat kontrak baru antara pengembang dan pelanggan.

  1. Model Evolutionary Development / Evolutionary Software Process Models
Terdapat dua model dari hasil pengembangan pemodelan yang sering digunakan, berikut diantaranya :
  1. Model Incremental

Merupakan hasil pengembangan dari model waterfall dan model RAD. Model ini merupakan model dengan pengembangan jangka waktu pendek.

Kelebihan Model Incremental :
  • Personil bekerja optimal.
  • mampu mengakomodasi perubahan secara fleksibel, dengan waktu yang relatif singkat dan tidak dibutuhkan anggota/tim kerja yang banyak untuk menjalankannya.
  • Pihak konsumen dapat langsung menggunakan dahulu bagian-bagian yang telah selesai dibangun. Contohnya pemasukan data karyawan. 
  • Mengurangi trauma karena perubahan sistem. Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya setiap bagian demi bagian.
  • Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen.
Kekurangan Model Incremental :
  • Tidak cocok untuk proyek berukuran besar (lebih dari 200.000 baris coding).
  • Sulit untuk memetakan kebutuhan pemakai ke dalam rencana spesifikasi tiap-tiap hasil dari increament.

2. Model Spiral / Model Boehm




Model ini merupakan pengembangan dari model waterfall dan model model prototype, dimana model ini dipergunakan dalam pengembangan jangka panjang.
Berikut tahap-tahap pada model ini sebagai berikut :
  • Tahap Liason
  • Tahap Planning (perencanaan)
  • Tahap Analisis Resiko
  • Tahap Rekayasa (engineering)
  • Tahap Konstruksi dan Pelepasan (release)
  • Tahap Evaluasi
Contoh : suatu perangkan lunak, pembuatan perangkat dimulai dari satu titik awal hingga terbentuklah suatu perangkat lunak pertama atau versi awal. Kemudian saat perangkat lunak digunakan oleh pemakai, perangkat lunak mendapat suatu masalah atau masukan dari pemakai tahap ini disebut dengan tahap liason. Pada tahap selanjutnya masukan tersebut dikelola untuk membuat suatu rancangan kemudian pada tahap selanjutnya dilakukanlah pengujian resiko. Setelah selesai baru hasil pengujian dibuat suatu perangkat yang telah dikembangkan dari versi sebelumnya atau bisa disebut pengembangan. Setelah itu barulah perangkat lunak tersebut digunakan, saat perangkat lunak digunakan dilakukan pula evaluasi dari hasil pengembangan yaitu hasil sudah maksimal atau diperlukan pengembangan dan penambahan kembali.

Ringkasan singkat : model ini digunakan untuk pengembangan jangka panjang dimana setiap masalah yang ada kembangkan untuk mengembangkan bagian sebelumnya model ini sangat tergantung pada pemakai. Dimana setiap masukan dari pemakai dikelola untuk mengembangkan kembali perangkat lunak yang telah ada.

Kelebihan model ini adalah sangat mempertimbangkan resiko kemungkinan munculnya kesalahan sehingga sangat dapat diandalkan untuk pengembangan perangkat lunak skala besar. Pendekatan model ini dilakukan melalui tahapan-tahapan yang sangat baik dengan menggabungkan model waterfall ditambah dengan pengulangan-pengulangan sehingga lebih realistis untuk mencerminkan keadaan sebenarnya. Baik pengembang maupun pemakai dapat cepat mengetahui letak kekurangan dan kesalahan dari sistem karena proses-prosesnya dapat diamati dengan baik.
Kekurangan model ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat lunak cukup panjang demikian juga biaya yang besar. Selain itu, sangat tergantung kepada tenaga ahli yang dapat memperkirakan resiko. Terdapat pula kesulitan untuk mengontrol proses. Sampai saat ini, karena masih relatif baru, belum ada bukti apakah metode ini cukup handal untuk diterapkan.


Komentar